Harlequin merupakan nama yang ditujukan untuk pola warna suatu kelinci. Pola warna ini menyerupai pola warna “magpie”, hanya saja harlequin merupakan perpaduan oranye (coklat terang) dan hitam bukan hitam dan putih.
Beberapa anak kelinci harlequin yang di jual di peternakan kami di Prancak:

Syahdan kelinci Harlequin dikembangkan peternak pertama kali tahun 1800an dan dikembangkan dalam dua groups yakni the Japanese and the Magpie. The Japanese inilah yang dikenal sebagai harlequin dan memiliki warna dasar coklat terang sementara magpie dengan warna dasar putih. Tipe warna ini terlihat kontras karena warna yang berselang-seling berlawanan.
Harlequin ini merupakan kelinci yang indah dan cantik. Mereka cukup tenang dan berbadan tidak terlalu besar sehingga sangat disukai sebagai kelinci hias.
Di dalam harlequin sendiri banyak ditemukan variasi. Ada yang warna coklat-hitam berseling- seling atau ada juga yang disertai dengan lingkaran sabuk warna putih. Dan masih banyak lagi variasi, sesuai kesukaan para breeder. Acapkali memiliki warna yang unik, karena tidak berupa sabuk melingkar saja, misalnya dapat ditemui telinga dengan warna yang berlawanan antara kanan dan kiri, warna kepala terbagi dua warna , di tengah wajah.



Jika induk kelinci tampak “mengabaikan”-nya seperti sampah sembarangan, bukan berarti anda boleh ikut campur. Jika perut bayi bulat dan penuh, mereka hangat, kulit mereka yang sehat, merah muda gelap, dan tidak terlalu keriput, dan mereka tidur dengan tenang di dalam sarang, berarti ibunya menyusui mereka. Jika bayi sangat kusut, dingin, berwarna kebiru-biruan, telah menyusut perut, dan mungkin bahkan merangkak mencari indukya, maka Anda mungkin harus turun tangan.
Masa puber kelinci jantan umur 3 bulan dan bisa membuahi pada usia 5 bulan. Sedangkan masa puber kelinci betina pada usia 5 bulan dan bisa hamil pada usia
Tungau ini mulai menyerang sekitar mata, pipi, hidung, kepala, jari kaki kemudian meluas ke seluruh permukaan tubuh. Penyebabnya Sarcoptes scabiei dan Notoedres cati juga kutu Haemodipsus ventricosus (SMITH dan MANGKOEWIDJOJO, 1988; MANURUNG et al., 1986; ISKANDAR et al., 1989).
